Manajen SDM
Selasa, 05 Januari 2016
Sabtu, 02 Mei 2015
Sabtu, 28 Maret 2015
NAMA :
YUSNIDAR
NIM :
11033773
SEMESTER/RUANG : VII (TUJUH)/ C
TUGAS MANAJEMEN PERUBAHAN
PROFIL PT. UNILEVER INDONESIA
Sejak
didirikan pada 5 Desember 1933, Unilever Indonesia telah tumbuh menjadi salah
satu perusahaan terdepan untuk produk Home and Personal Care serta Foods &
Ice Cream di Indonesia.
Rangkaian
Produk Unilever Indonesia mencangkup brand-brand ternama yang disukai di dunia
seperti Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso,
Molto, Sunlight, Walls, Blue Band, Royco, Bango, dan lain-lain.
Selama
ini, tujuan perusahaan kami tetap sama, dimana kami bekerja untuk menciptakan
masa depan yang lebih baik setiap hari; membuat pelanggan merasa nyaman,
berpenampilan baik dan lebih menikmati kehidupan melalui brand dan jasa yang
memberikan manfaat untuk mereka maupun orang lain; menginspirasi masyarakat
untuk melakukan tindakan kecil setiap harinya yang bila digabungkan akan
membuat perubahan besar bagi dunia; dan senantiasa mengembangkan cara baru
dalam berbisnis yang memungkinkan kami untuk tumbuh sekaligus mengurangi dampak
lingkungan.
Saham
perseroan pertamakali ditawarkan kepada masyarakat pada tahun 1981 dan tercatat
di Bursa Efek Indonesia seja 11 Januari 1982. Pada akhir tahun 2009, saham
perseroan menempati peringkat ketujuh kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek
Indonesia.
Perseroan memiliki dua anak perusahaan : PT Anugrah
Lever (dalam likuidasi), kepemilikan Perseroan sebesar 100% (sebelumnya adalah perusahaan
patungan untuk pemasaran kecap) yang telah konsolidasi dan PT Technopia Lever,
kepemilikan Perseroan sebesar 51%, bergerak di bidang distribusi ekspor, dan
impor produk dengan merek Domestos Nomos.
Sasaran
Jangka Panjang
Pembuatan sasaran jangka panjang ini mengacu kepada strategi induk yang telah
ditetapkan sebelumnya. Sasaran Jangka Panjang Unilever adalah memiliki standar
perilaku yang tinggi pada perusahaan dalam bekerja sama dengan semua orang,
masyarakat dapat tersentuh dan produk yang diciptakan dapat berdampak di
lingkungan sekitar.
Strategi
Fungsional
Sasaran jangka pendek mengacu pada strategi fungsional yang sifatnya
operasional. Strategi fungsional yang sifatnya lebih operasional ini mengarah
kepada berbagai bidang fungsional dalam perusahaan untuk memperjelas hubungan
makna strategi utama dengan identifikasi rincian yang sifatnya spesifik.
Strategi fungsional ini menjadi penuntun dalam melakukan berbagai aktivitas
agar konsisten bukan hanya dengan strategi utamanya saja, melainkan juga dengan
strategi dibidang fungsional lainnya. Didalam dunia binis, perusahaan harus
mempunyai bidang-bidang fungsional yang utama agar dapat bersaing dengan
pesaing bisnisnya, antara lain :
Strategi
Manajemen Keuangan
Strategi ini harus mampu menentukan arah penggunaan dana baik untuk jangka
panjang maupun jangka pendek. Strategi ini umumnya berkisar pada tiga hal,
yaitu bagaimana perusahaan memperoleh modal, alokasi kapital, dan manajemen
modal kerja termasuk dalam hal pembagian keuntungan.
Unilever saat ini memang fokus
melakukan pertumbuhan organik seperti peningkatan omset penjualan, laba
perusahaan dan menekan struktur biaya. Namun tidak menutup kemungkinan
melakukan pertumbuhan anorganik. Sepanjang kiprahnya di Indonesia, Unilever
telah empat kali mengakuisisi merek. Akuisisi teh celup Sari Wangi dilakukan
tahun 1990, Yoohan (dengan berbagai merek seperti Molto, Trisol, Whipol) tahun
1998, kecap Bango tahun 2000 dan Taro tahun 2003. Dalam melakukan akuisisi,
Unilever selalu menggunakan dana keuangan internal, tidak perlu injeksi dana
kantor pusat. Ia menekankan, akuisisi hanya akan dilakukan jika bisa mendukung
bisnis utama Unilever yang telah ada. Unilever tidak akan keluar dari bisnis
utamanya, memproduksi dan memasarkan barang-barang konsumer. Strategi manajemen
keuangan Unilever dilakukan melalui pendirian kantor pemasaran Unilever
Indonesia ke berbagai negara seperti Singapura, Jepang dan Australia. Sabun Lux
buatan Rungkut, ice cream Wall’s dan teh Sari Wangi buatan made in Cikarang
bisa ditemukan di ketiga negara ini. Total ekspor produk Unilever Indonesia
mencapai 6% dari omset penjualan.
Strategi
Manajemen Sumber Daya Manusia
Kegiatan manajemen sumber daya manusia berkisar pada pengadaan, penggunaan dan
pemeliharaan sumber daya manusia. Agar ketiga pokok kegiatan tersebut berjalan
lancar perlu disiapkan sistem yang handal. Tahap pengadaan mencakup perencanaan
SDM, rekrutmen, seleksi dan orientasi. Tahap penggunaan perlu memperhatikan
kesesuaian antara kemampuan SDM dan apa yang menjadi tugas serta tanggung
jawabnya. Juga perlu diperhatikan hal-hal mengenai kesempatan memperoleh
pelatihan dan pendidikan, supervisi, penilaian kinerja, imbalan serta jaminan perlindungan
dan kesehatan kerja. Terakhir, pada tahapan pemeliharaan sumber daya manusia
tujuannya adalah bagaimana agar karyawan merasa puas bekerja. Salah satu
kekuatan Unilever ada pada kualitas sumber daya manusia. Unilever secara rutin
merekrut lulusan baru dari universitas terkemuka. Setelah itu diberikan
pelatihan sistem produksi, pemasaran dan keuangan selama tiga bulan. Mereka
tidak langsung kerja tetapi ditraining terlebih dahulu di berbagai bidang
seperti manufaktur, pemasaran, penelitian dan pengembangan. Saat ini tenaga
kerja yang diserap oleh Unilever secara langsung berjumlah 3.000 orang ini
belum termasuk tenaga kerja tidak langsung. Total tenaga kerja yang terserap
berjumlah 25.000 orang. Jika diansumsikan satu orang memiliki empat anggota keluarga
maka perusahaan menanggung nasib sekitar 100.000 orang.
Mengembangkan
SDM untuk Pertumbuhan
Pertumbuhan merupakan topik yang umum dibicarakan dan menjadi perhatian utama
di Unilever Indonesia. Pandangan kami terhadap karyawan terwujud dalam visi
kami: ‘mengembangkan Sumber Daya Manusia untuk pertumbuhan’. Agar perusahaan
dapat terus tumbuh, karyawanpun perlu terus dibina dan dikembangkan secara
berkesinambungan. Harus diupayakan terciptanya sinergi antara strategi
perusahaan dan perkembangan karyawan. Agar dapat mencapai hasil terbaik,
strategi kami harus berdasarkan pada dinamika antara organisasi dan manusianya.
Energi inilah yang membangkitkan keunggulan kami dalam menghadapi persaingan.
Bagi kami, mengembangkan karyawan tidak cukup dengan mengasah intelektualitas
dan keahlian, melainkan juga mendekati secara emosional dengan menyentuh hati
mereka. Kami menginginkan tim yang beranggotakan orang-orang penuh energi yang
berjuang untuk melampaui target bisnis dan melakukannya semata-mata karena
mereka mau sambil sekaligus menikmati proses dalam mencapainya.
Manajemen Perubahan
KASUS MANAJEMEN
STRATEGIK DALAM PERUSAHAAN AQUA
PT.AQUA GOLDEN
MISSISIPPI tbk
1.LATAR
BELAKANG
Tujuan
utama yang diharapkan oleh suatu perusahaan dalam kegiatan usahanya adalah
mencapai laba atau nilai yang optimal dengan menggunakan sumberdaya secara efektif
dan efisien untuk kelangsungan hidup perusahaan. Dalam usaha pencapaian tujuan
perusahaan, pihak-pihak yang terlibat paling dominan adalah pihak manajemen dan
para pemegang saham. Guna mencapai tujuan perusahaan tersebut, pihak manajemen
memiliki tujuan untuk mempertahankan keberhasilan yang akan dicapai dengan
melihat kelemahan dan kekuatan yang terdapat dalam perusahaan serta menjalankan
kebijaksanaan perusahaan dengan baik dan tepat. Kebijaksanaan tersebut meliputi
bidang Pemasaran, Keuangan, Sumberdaya Manusia, Produksi dan sebagainya
sehingga memerlukan tinjauan manajmen strategi tertentu.
Mengingat
PT. Aqua Golden Mississippi, Tbk merupakan perusahaan yang cukup besar, yaitu
sebagai perusahaan yang mempelopori usaha air minum dalam kemasan di Indonesia
sejak tahun 1973. Maka dari itu, pengelolaan modal kerja dalam perusahaan
sangat memerlukan perhatian khusus. Perusahaan juga berkepentingan untuk
menjaga profitabilitasnya dengan baik agar kondisi krisis yang dialami
Indonesia tidak berimbas pada perusahaan sehingga perusahaan akan mampu
memperoleh laba di dalam menjalankan usahanya.
Berdasarkan
uraian di atas, penulis tertarik untuk menganalisis mengenai modal kerja serta
kekuatan dan kelemahan PT. Aqua Golden Mississippi, Tbk dalam memperoleh laba
atas penggunaan modalnya, terutama dalam hal ini PT. Aqua Golden Mississippi,
Tbk sebagai perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) berusaha untuk tetap
menjaga merk, kemasan, dan produknya sebagai kepuasan pelanggan.
PROFIL
PERUSAHAAN AQUA.
1. AQUA telah menjadi
bagian dari keluarga sehat Indonesia lebih selama lebih dari 30 tahun. Sebagai
pelopor air minum dalam kemasan sejak didirikan tahun 1973, kini AQUA menjadi
bagian yang tidak terpisahkan dari hidup sehat masyarakat Indonesia. Dulu dan
kini, AQUA tetap dan selalu menjadi yang terbesar dan terdepan di Indonesia.
Volume penjualan AQUA merupakan volume penjualan terbesar di dunia untuk
kategori air mineral.
2. Lebih lagi kini group
DANONE yang merupakan salah satu produsen terbesar dan terbaik di dunia untuk
minuman menjadi bagian dari AQUA. Keunggulan DANONE dalam produk makanan dan
minuman bernutrisi menjadikan AQUA semakin baik dan kokoh.
3. Sistem proses dan
kualitas AQUA memenuhi standar yang dibuat oleh Good Manufacturing Practice dan
Good Sanitation-Hygienic Practice sekaligus kualitas produk akhir sesuai dengan
SNI 01-3553-2006 atau “Codex for Bottle Water”.
4. AQUA merupakan merek
minuman yang sudah terpercaya hingga puluhan tahun sebagai merek terbaik.
Terbukti AQUA sudah menerima berbagai penghargaan yang merupakan wujud
kepercayaan dan kepuasan konsumen, antara lain: Indonesian Best Brand Award
(penghargaan untuk merek terbaik Indonesia) dari tahun 2003-2004, Indonesian
Customer Satisfaction Award (penghargaan untuk merek yang memberikan kepuasan
tertinggi kepada konsumennya) dari tahun 2003 dan Indonesian Golden Brand Award
di tahun 2005-2007.
Rumusan
Masalah
Sesuai
dengan latar belakang makalah ini, maka perumusan masalah yang dihadapi adalah
sebagai berikut :
1. Strategi apa yang
diterapkan dalam menghadapi kelemahan dan kelebihan perusahaan PT. AQUA GOLDEN
MISSISSIPPI, Tbk?
2. Bagaimana gambaran
eksternal dan internal perusahaan dalam tata kelola strategi yang diterapkan?
3. Sejauh mana
perusahaan menerapkan alternatif strategi sebagai kekuatan perusahaan tersebut?
Tujuan
Penulisan
1. Mengetahui strategi
yang diterapkan dalam menghadapi kelemahan dan kelebihan perusahaan PT. AQUA
GOLDEN MISSISSIPPI, Tbk?
2. Mengetahui gambaran
eksternal dan internal perusahaan dalam tata kelola strategi yang diterapkan?
3. Mengetahui sejauh
mana perusahaan menerapkan alternatif strategi sebagai kekuatan perusahaan
tersebut?
VISI
DAN MISI DAN STRATEGI PERUSAHAAN
Visi
:
AQUA telah menjadi bagian dari keluarga sehat Indonesia lebih selama lebih dari 30 tahun. Sebagai pelopor air minum dalam kemasan sejak didirikan tahun 1973, kini AQUA menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidup sehat masyarakat Indonesia. Dulu dan kini, AQUA tetap dan selalu menjadi yang terbesar dan terdepan di Indonesia. Volume penjualan AQUA merupakan volume penjualan terbesar di dunia untuk kategori air mineral.
AQUA telah menjadi bagian dari keluarga sehat Indonesia lebih selama lebih dari 30 tahun. Sebagai pelopor air minum dalam kemasan sejak didirikan tahun 1973, kini AQUA menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidup sehat masyarakat Indonesia. Dulu dan kini, AQUA tetap dan selalu menjadi yang terbesar dan terdepan di Indonesia. Volume penjualan AQUA merupakan volume penjualan terbesar di dunia untuk kategori air mineral.
Misi
:
AQUA selalu ingin melakukan program untuk menyehatkan konsumen Indonesia, diantaranya program AKSI (AQUA untuk Keluarga Sehat Indonesia) dan AuAI (AQUA untuk Anak Indonesia).
AQUA selalu ingin melakukan program untuk menyehatkan konsumen Indonesia, diantaranya program AKSI (AQUA untuk Keluarga Sehat Indonesia) dan AuAI (AQUA untuk Anak Indonesia).
Strategi
Pemasaran dengan Marketing Mix
Marketing
mix merupakan suatu alat marketing yang digunakan perusahaan untuk mencapai
tujuan marketing dalam pasar target. Mizone sebagai pendatang baru minuman
isotonik menunjukkan eksistensinya dengan mengoptimalkan unsur 4 P marketing
mix (Produk, Harga, Distribusi, Promosi) yang kompetitif . Launching produk
pada saat yang tepat, variasi rasa yang disukai konsumen, harga yang terjangkau
semua kalangan, ketersediaannya yang merata hampir di seluruh pelosok, serta
strategi promosi yang edukatif dan kreatif mampu mereduksi pangsa pasar market
leader minuman isotonik (Pocari Sweat) sebesar 30% dan menempati urutan kedua
market share kategori minuman isotonik.
Strategi Marketig Mix PT Danone Aqua terhadap Mizone
1) Produk (product)
Mizone yang diproduksi oleh Danone Aqua merupakan kategori minuman isotonik bernutrisi. Diluncurkan pertama kali pada 27 September 2005 di Surabaya dengan rasa orange lime yang menyegarkan, rasa passion fruit yang memanjakan selera, dan pada Juni 2008 meluncurkan varian baru dengan rasa lychee lemon yang sensasional. Mengandung Hydromaxx yaitu : Vitamin B1, B3, B6, dan B12 untuk membantu metabolisme karbohidrat menjadi energi, Vitamin C, sebagai antioksidan untuk menjaga kahidupan sel dalam tubuh, dan elektrolit untuk menggantikan mineral yang hilang akibat pengeluaran keringat. Bahan dasar Mizone menggunakan air mineral Aqua dan sari buah alami melalui proses kristalisasi. Mizone sendiri merupakan produk yang sudah terkenal di Australia, New Zealand, dan Cina.
Pada November 2006 Mizone dilanda krisis karena tidak menantumkan salah satu bahan pengawet (natrium benzoat) dalam kemasannya. BPOM memberikan tenggat waktu hingga Desember 2006 agar Mizone menarik produknya dari pasaran dan memperbaiki label pada kemasan. Pada saat itu, Mizone sudah beredar di 30 depo, 50 distributor dan 1 juta outlet di seluruh Indonesia. Penjualan turun drastis sedikitnya Rp 35 miliar perhari. Untuk mengembalikan kepercayaan konsumen, Mizone melakukan edukasi kepada konsumen melalui promosi baik below the line maupun above the line.
2). Harga (Price)
Dari segi harga, Mizone sangat kompetitif sekitar Rp 2.500 untuk isi 500 mL, jika dibandingkan dengan isotonik dalam kemasan kaleng yang yang harganya sekitar Rp 3.300 untuk isi 330 ml .
3). Distribusi (Place)
Distribusi Mizone berorientasi nasional menggunakan jalur distribusi Aqua yang sangat luas, kuat di pasar tradisional (mudah dijumpai di warung dan toko-toko yang menjual produk Aqua). Sampai ada suatu istilah di kalangan distributor “di mana ada Aqua, disitu ada Mizone”.
4). Promosi (Promotion)
Target pasar Mizone adalah semua kalangan umur, namun dalam kampanyenya lebih ditujukan kepada kalangan usia 18-35 tahun dengan aktivtas yang dinamis. Mizone melakukan kampanye besar-besaran lewat placement iklan di televisi (TV), radio, media cetak, dan media luar ruang. Belanja iklan Mizone sepanjang 2006 paling besar dibandingkan kompetitornya, yaitu sebesar 46,1 milyar. Pada Agustus 2006, Mizone mengadakan sampling road show di beberapa kota besar pada pusat keramaian. Mizone memasuki sekolah dengan membuat iklan dan pembuatan logo Mizone pada lapangan olahraga (lapangan basket) serta di white board SMA ternama di beberapa kota besar.
Strategi Marketig Mix PT Danone Aqua terhadap Mizone
1) Produk (product)
Mizone yang diproduksi oleh Danone Aqua merupakan kategori minuman isotonik bernutrisi. Diluncurkan pertama kali pada 27 September 2005 di Surabaya dengan rasa orange lime yang menyegarkan, rasa passion fruit yang memanjakan selera, dan pada Juni 2008 meluncurkan varian baru dengan rasa lychee lemon yang sensasional. Mengandung Hydromaxx yaitu : Vitamin B1, B3, B6, dan B12 untuk membantu metabolisme karbohidrat menjadi energi, Vitamin C, sebagai antioksidan untuk menjaga kahidupan sel dalam tubuh, dan elektrolit untuk menggantikan mineral yang hilang akibat pengeluaran keringat. Bahan dasar Mizone menggunakan air mineral Aqua dan sari buah alami melalui proses kristalisasi. Mizone sendiri merupakan produk yang sudah terkenal di Australia, New Zealand, dan Cina.
Pada November 2006 Mizone dilanda krisis karena tidak menantumkan salah satu bahan pengawet (natrium benzoat) dalam kemasannya. BPOM memberikan tenggat waktu hingga Desember 2006 agar Mizone menarik produknya dari pasaran dan memperbaiki label pada kemasan. Pada saat itu, Mizone sudah beredar di 30 depo, 50 distributor dan 1 juta outlet di seluruh Indonesia. Penjualan turun drastis sedikitnya Rp 35 miliar perhari. Untuk mengembalikan kepercayaan konsumen, Mizone melakukan edukasi kepada konsumen melalui promosi baik below the line maupun above the line.
2). Harga (Price)
Dari segi harga, Mizone sangat kompetitif sekitar Rp 2.500 untuk isi 500 mL, jika dibandingkan dengan isotonik dalam kemasan kaleng yang yang harganya sekitar Rp 3.300 untuk isi 330 ml .
3). Distribusi (Place)
Distribusi Mizone berorientasi nasional menggunakan jalur distribusi Aqua yang sangat luas, kuat di pasar tradisional (mudah dijumpai di warung dan toko-toko yang menjual produk Aqua). Sampai ada suatu istilah di kalangan distributor “di mana ada Aqua, disitu ada Mizone”.
4). Promosi (Promotion)
Target pasar Mizone adalah semua kalangan umur, namun dalam kampanyenya lebih ditujukan kepada kalangan usia 18-35 tahun dengan aktivtas yang dinamis. Mizone melakukan kampanye besar-besaran lewat placement iklan di televisi (TV), radio, media cetak, dan media luar ruang. Belanja iklan Mizone sepanjang 2006 paling besar dibandingkan kompetitornya, yaitu sebesar 46,1 milyar. Pada Agustus 2006, Mizone mengadakan sampling road show di beberapa kota besar pada pusat keramaian. Mizone memasuki sekolah dengan membuat iklan dan pembuatan logo Mizone pada lapangan olahraga (lapangan basket) serta di white board SMA ternama di beberapa kota besar.
Analisis
Swot PT AQUA GOLDEN MISSISSIPPI Tbk, Jakarta
DEFINISI
ANALISA SWOT
Analisis SWOT
(singkatan bahasa Inggris dari strengths, weaknesses, opportunities, danthreats) adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk
mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu proyek atau suatu spekulasi
bisnis. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi
bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang
mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
Teknik ini dibuat
oleh Albert
Humphrey, yang memimpin proyek riset pada Universitas Stanford pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dengan menggunakan
data dari perusahaan-perusahaan Fortune
500.
Dalam
Pengelolaan dan pengembangan suatu aktifitas memerlukan suatu perencanaan
strategis, yaitu suatu pola atau struktur sasaran yang saling mendukung dan
melengkapi menuju ke arah tujuan yang menyeluruh. Sebagai persiapan
perencanaan, agar dapat memilih dan menetapkan strategi dan sasaran sehingga
tersusun program-program dan proyek-proyek yang efektif dan efisien maka
diperlukan suatu analisis yang tajam dari para pegiat organisasi. Salah satu
analisis yang cukup populer di kalangan pelaku organisasi adalah Analisis SWOT
tersebut.
Dalam
sebuah organisasi biasanya setiap awal periode kepengurusan akan dilaksanakan
pembuatan rencana program kerja, untuk itu biasanya akan dilakukan sebuah
analisis kondisi mengenai suatu organisasi tersebut. Analisis SWOT biasanya
dicantumkan dalam GBHK (Garis-garis Besar Haluan Kerja) yang menjelaskan
tentang kondisi lingkungan organisasi baik kondisi internal maupun external.
2.2
Strategi Perusahaan
Dalam
era persaingan yang semakin ketat, setiap kali sebuah perusahaan harus
mengevaluasi kinerjanya, serta melakukan serangkaian perbaikan, agar tetap
tumbuh dan dapat bersaing. Perbaikan ini akan dilaksanakan secara terus
menerus, sehingga kinerja perusahaan makin baik dan dapat terus unggul dalam
persaingan, atau minimal tetap dapat bertahan. Salah satu strategi untuk memperbaiki
dan memaksimalkan kinerja perusahaan adalah dengan cara restrukturisasi.
Jika
kita mendengar istilah atau kata restrukturisasi, yang ada dipikiran kita,
seolah-olah membicarakan perusahaan yang sedang menurun. Hal ini disebabkan
oleh definisi restrukturisasi itu sendiri, yang antara lain sebagai berikut:
1. Restrukturisasi,
sering disebut sebagai downsizing atau delayering, melibatkan
pengurangan perusahaan di bidang tenaga kerja, unit kerja atau divisi, ataupun
pengurangan tingkat jabatan dalam struktur oganisasi perusahaan. Pengurangan
skala perusahaan ini diperlukan untuk memperbaiki efisiensi dan efektifitas (David,F, 1997:226)
2. Strategi
restrukturisasi digunakan untuk mencari jalan keluar bagi perusahaan yang tidak
berkembang, sakit atau adanya ancaman bagi organisasi, atau industri diambang
pintu perubahan yang signifikan. Pemilik umumnya melakukan perubahan dalam tim
unit manajemen, perubahan strategi, atau masuknya teknologi baru dalam
perusahaan. Selanjutnya sering diikuti oleh akuisisi untuk membangun bagian
yang kritis, menjual bagian yang tidak perlu, guna mengurangi biaya akuisisi
secara efektif. Hasilnya adalah perusahaan yang kuat, atau merupakan
transformasi industri. Strategi restrukturisasi memerlukan tim manajemen yang
mempunyai wawasan untuk melihat ke depan, kapan perusahaan berada pada titik undervaluedatau industri pada
posisi yang matang untuk transformasi. Wawasan yang sama diperlukan untuk
melakukan turn around pada unit usaha,
bahkan pada bisnis yang tidak familiar (Mintzberg
& Quinn, 1996:732).
3. Restrukturisasi
perusahaan bertujuan untuk memperbaiki dan memaksimalisasi kinerja perusahaan
(Djohanputro, Bramantyo, 2004:2).
Padahal
setiap kali perusahaan melakukan perbaikan, entah dalam skala kecil, atau skala
besar, tujuannya adalah untuk memperbaiki kinerja. Tentu saja perusahaan tak
perlu menunggu terjadi penurunan baru dilakukan perbaikan, karena bisa
terlambat, sehingga perbaikan perlu dilakukan secara terus menerus. Pada
umumnya istilah restrukturisasi digunakan jika perusahaan ingin melakukan
perbaikan secara menyeluruh, dan tujuannya adalah untuk memperbaiki dan
memaksimalkan kinerja perusahaan.
Pada
saat ini, jika anda membaca di surat kabar, banyak perusahaan yang melakukan
aksi korporasi, yang tujuannya adalah untuk memperkuat, memperbaiki dan
memaksimalkan kinerja perusahaan
2.
3 Tata Kelola Perusahaan
Tata
kelola perusahaan (bahasa Inggris: corporate governance) adalah rangkaian
proses, kebiasaan, kebijakan, aturan, dan institusi yang mempengaruhi
pengarahan, pengelolaan, serta pengontrolan suatu perusahaan atau korporasi.
Tata kelola perusahaan juga mencakup hubungan antara para pemangku kepentingan
(stakeholder) yang terlibat serta tujuan pengelolaan perusahaan. Pihak-pihak
utama dalam tata kelola perusahaan adalah pemegang saham, manajemen, dan dewan
direksi. Pemangku kepentingan lainnya termasuk karyawan, pemasok, pelanggan,
bank dan kreditor lain, regulator, lingkungan, serta masyarakat luas.
Tata
kelola perusahaan adalah suatu subjek yang memiliki banyak aspek. Salah satu
topik utama dalam tata kelola perusahaan adalah menyangkut masalah
akuntabilitas dan tanggung jawab mandat, khususnya implementasi pedoman dan
mekanisme untuk memastikan perilaku yang baik dan melindungi kepentingan
pemegang saham. Fokus utama lain adalah efisiensi ekonomi yang menyatakan bahwa
sistem tata kelola perusahaan harus ditujukan untuk mengoptimalisasi hasil
ekonomi, dengan penekanan kuat pada kesejahteraan para pemegang saham. Ada pula
sisi lain yang merupakan subjek dari tata kelola perusahaan, seperti sudut
pandang pemangku kepentingan, yang menuntuk perhatian dan akuntabilitas lebih
terhadap pihak-pihak lain selain pemegang saham, misalnya karyawan atau
lingkungan.
Perhatian
terhadap praktik tata kelola perusahaan di perusahaan modern telah meningkat
akhir-akhir ini, terutama sejak keruntuhan perusahaan-perusahaan besar AS
seperti Enron Corporation dan Worldcom. Di Indonesia, perhatian pemerintah
terhadap masalah ini diwujudkan dengan didirikannya Komite Nasional Kebijakan
Governance (KNKG) pada akhir tahun 2004.
Nilai
Ekuitas Makanan dan Minuman
Berdasarkan
perhitungan Discounted Cash Flow maka pendapatan nilai ekuitas untuk
perusahaan Aqua, yaitu :
|
Nama Perusahaan
|
Nilai Ekuitas
(dalam Rupiah)
|
Jumlah Saham (dalam
Lembar)
|
|
PT. AQUA
|
539,290,464,951
|
297.360.000
|
Nilai
ekuitas sama dengan laba (rugi bersih) ditambah penyusutan ditambah penambahan
(jika diarus kas bersih untuk ekuitas bernilai negatip), sedangkan pengurangan
(jika diarus kas bersih untuk ekuitas bernilai positip) aktiva tetap, modal
kerja, dan hutang jangka panjang, sehingga mendapat nilai arus kas bersih
bernilai ekuitas.
PT
AQUA adalah perusahaan yang berada pada posisi overvalue , maksudnya jika harga
saham lebih besar dari harga wajar saham atau nilai yang sebenarnya. Jika harga
saham berada dalam posisi overvalue, maka para investor dapat mengambil
keputusan untuk menjual sahamnya, dimana untuk mengetahui nilai saham, harga
wajar saham tersebut dibandingkan harga saham.
PT.
AQUA GOLDEN MISSISSIPI
PT
AQUA Golden Mississippi didirikan pada tahun 1973 oleh Bapak Tirto Utomo,
sebagai produsen pelopor air minum dalam kemasan di Indonesia. Pabrik pertama
didirikan di Bekasi. Setelah beroperasi selama 30 tahun, kini AQUA memiliki 14
pabrik di seluruh Indonesia.
Pada
tahun 1998, AQUA (yang berada di bawah naungan PT Tirta Investama) melakukan
langkah strategis untuk bergabung dengan Group DANONE, yang merupakan salah
satu kelompok perusahaan air minum dalam kemasan terbesar di dunia dan ahli
dalam nutrisi. Langkah ini berdampak pada peningkatan kualitas produk, market
share, dan penerapan teknologi pengemasan air terkini. Di bawah bendera
DANONE-AQUA, kini AQUA memiliki lebih dari 1.000.000 titik distribusi yang
dapat diakses oleh pelanggannya di seluruh Indonesia.
Lokasi
Sumber Mata Air AQUA
Brastagi
Lampung (Jabung dan Umbul Cancau)
Mekarsari (Kubang)
Subang (Cipondoh)
Wonosobo (Mangli)
Klaten (Sigedang)
Pandaan
Kebon Candi
Mambal
Menado (Airmadidi)
Lampung (Jabung dan Umbul Cancau)
Mekarsari (Kubang)
Subang (Cipondoh)
Wonosobo (Mangli)
Klaten (Sigedang)
Pandaan
Kebon Candi
Mambal
Menado (Airmadidi)
ANALISA
PERUSAHAAN
KEKUATAN
1.
Keahlian dalam cita rasa Indonesia
2.
Produksi rendah biaya
3.
Jangkauan distribusi luas
4.
Kecepatan dalam menjangkau konsumen
5.
Brand yang sudah terkenal
· KELEMAHAN
1.
Terlalu banyak Brand yang dikeluarkan
2.
Terlalu banyak inovasi rasa yang dibuat oleh DANONE
3.
Permintaan pasar yang belum terpenuhi
· PELUANG
1.
Melakukan ekspansi ke luar negeri
2.
Melakukan join dengan perusahaan yang memiliki produk yang sejenis
3.
Melakukan diversifikasi terhadap produk lain
· ANCAMAN
1.
Ketatnya persaingan yang dilakukan pesaing dalam hal iklan maupun inovasi
2.
Tidak fokus terhadap satu jenis produk AQUA
Strategi
Dan Keunggulan Perusahaan.
Seiring
dengan perkembangan zaman, khususnya di era globalisasi dan teknologi
informasi, pola manajemen perusahaan di Indonesia harus menyesuaikan sistem dan
lebih terbuka terhadap perubahan. Kebanyakan perusahaan di Indonesia, baik
perusahaan besar, menengah dan kecil, didirikan dan dikembangkan oleh keluarga
atau pribadi.
Mengingat tajamnya
kompetisi dan luasnya skala persaingan dewasa ini, maka perusahaan harus
dikelola secara modern, terbuka tanpa harus kehilangan sifat dan citra
kekeluargaannya. Salah satu caranya adalah dengan go publik. Pada dasarnya go
publik merupakan suatu proses untuk meningkatkan partisipasi masyarakat melalui permanent
capital formation, yang menuntut adanya transparansi dan disclosure yang wajib dilakukan
oleh perusahaan.
Adapun
tujuan dari go publik yaitu memperoleh modal dari masyarakat dengan cara
menjual sedikit mungkin surat berharga dengan harga yang mahal sebab dengan
membagi kepemilikan dengan masyarakat yang tidak terlalu besar, modal yang
besar tetap bisa diperoleh. Selain itu, tujuan terpenting dari go publik
lainnya adalah memperbaiki struktur modal menjadi lebih sehat (Widoatmodjo,
2004: 32).
Dalam
situasi persaingan yang tidak lagi berskala nasional, tetapi sudah memasuki
tataran global, maka perusahaan yang masih dikelola privat (keluarga) tidak
dapat diandalkan untuk bersaing. Modal dan jaringan pemasaran yang dimiliki
oleh perusahaan privat sangat terbatas. Di samping itu, kemajuan teknologi
informasi telah memaksa masyarakat bersifat kritis dan dapat menilai bahwa
perusahaan yang go publik adalah perusahaan yang lebih memperhatikan
masyarakat.
Penerapan
strategi dalam tata kelola perusahaan
AQUA
memegang saham lebih dari 62% dari pasar botol di Indonesia, negara berpenduduk
terbanyak kelima didunia. Memegang tampuk pimpinan menjadi sulit. Ada beberapa
rintangan yang effektif untuk masuk dalam industry air dalam botol. Teknologi
air dlam botol tidak terlalu sulit dan kebutuhan modal tidak terlalu
berlebihan. Pemasaran menyediakan keunggulan bersaing yang utama diantara
pembuat air dalam botol. Penyaluran yang efisien dan pengiklananan untuk
membedakan dan memproduksi satu kesetiaan pada merek adalah kunci sukses.
Pembedaan
telah menjadi tujuan pertama Tirto. Dalam satu penggelaran pemasaran yang
cemerlang, dia telah memberi nama produknya dengan AQUA (Nama Latin untuk
“Air”. Orang asing di Indonesia, sasaran asli pemasaran , dapat mengerti apa
arti kata itu. Lebih dari 300 bahasa dipakai di Indonesia dan kepekaan suku
sangat penting. Pemilihan bentuk nama Latin dalah netral , dan tidak ada
kepentingannya dengan kelompok suku tertentu. Sebaga bonus AQUA adalah kata
yang mudah untuk diucapkan untuk pembicara setiap bahasa.
Strategi
pemasaran yang asli tidak ditujukan di Indonesia . Tirto bermaksud untuk
memapankan ceruk pasar kecil memasok air aman dan es pada orang asing di
Indonesia. Satu hal yang mengejutkan, uji pemasaran di Terminal besar di
Jakarta dan sepanjang jalan Pantura membuktikan bahwa orang-orang Indonesia ada
kemauan untuk membeli air dalam botol. Berita tentang AQUA menyebar dari kota
besar ke desa-desa kecil diseluruh pelosok tanah air. Tetapi perkiraan konsumen
harus dipikirkan. Sementara perkiraan tersebut AQUA mengandung mineral sehat,
sebenarnya tidak ada apa-apanya selain air dalam botol.Tidak dikarbonasi dan
tidak pula dibumbui. Sejak semula, bagaimanapun, AQUA secara umum mengacu pada
“Air Mineral AQUA” orang Indonesia tidak tahu bagaiman memperkirakan. Pada
awalnya contoh promosi penjualan AQUA dilaksanakan pada pengunjung bioskop.
Untuk
memoles citra AQUA Tirto mencoba slogan bersih, bening, bebas bakteriuntuk
empat tahun yang pertama. Penjualan tetap tertahan dibawah dua juta liter per
tahun – tidak cukup apabila perusahaan telah menjadi distributor utama. Dalam
tahun 1979 Tirto merubah slogan secara permanen menjadi air sehat setiap saat,
sedikit penedekatan klinis. Berhasil, Slogan yang baru berpasangan dengan
perkenalan dengan kemasan plastik yang baru, mendorong penjualan AQUA sampai
lebih 13 juta liter di tahun 1983.
Alternatif
Strategi Perusahaan Dalam Menghadapi Persaingan
AQUA
menggunakan seluruh media untuk iklannya. Bis, taxi, TV, radio, koran, dan
majalah membawakan logo dan slogan biru AQUA yang berbeda. Dalam menjaga
kesehatannya, mengangkat citra, AQUA secara aktif mendukung penyelenggaraan
atletik internasional seperti pada jalur dan lapangan, mendaki gunung, angkat
berat. Pada maraton yang populer dan balapan 10.000 meter truk-truk AQUA
menyediakan pelari yang kelelahan dengan pancuran air segar. Sebagai bagian
dari hubungan masyarakat, AQUA juga membuka pabriknya untuk dikunjungi
masyarakat untuk meyakinkan masyarakat pelanggan bahwa AQUA diproduksi dengan
cara yang higienis dengan fasilitas, personel, dan manajemen yang utama.
Sementara
pengiklanan dan humas “menarik” AQUA melalui saluran-saluran distribusi,
promosi eceran lokal dan potongan harga “mendorong” produksi pada pelanggan.
Pelayanan adalah krusial dalam bisnis air. Ada pusat-pusat distribusi AQUA di
Indonesia, dijalankan oleh PT. Wirabuana Intrent, distributor tunggal
produk-produk AQUA. Truk-truk AQUA yang selalu siap sedia dimana saja kapan
saja memastikan pengiriman yang handal pada outlet eceran dan
perusahaan-perusahaan yang menyediakan pendingin air AQUA untuk karyawannya.
Penerbangan besar seperti Garuda Indonesia, Penerbangan Nasional Indonesia,
menawarkan AQUA pada penumpangnya. Pelanggan-pelanggan ini membutuhkan
pelayanan yang segera dan handal. Pendingin air kantoran yang kosong atau rusak
menciptakan citra yang buruk dan penerbangan membutuhkan pengiriman tepat
waktu.
AQUA
melanjutkan untuk mengembangkan upaya pemasarannya ke pulau yang lain di
Indonesia. Untuk memotong biaya transportasi, fasilitas produksi dioperasikan
dengan lisensi yang memproduksi air dalam persyaratan AQUA telah dibuka di Manado,
Sulawesi Utara, dan Medan, Sumatera Utara. Satu instalasi kecil mulai
berproduksi airl SEHAT dalam botol di Brunei Darrussalam, satu negara minyak
yang merdeka di pantai utara Borneo. Bukan suatu hal yang kecil,
Posted on March 21, 2013
1.
Pengertian Manajemen Strategis
Manajemen
strategis adalah proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi apa
yang ingin mereka capai, dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang
bernilai. Besarnya peranan manajemen strategis semakin banyak diakui pada
masa-masa ini dibanding masa-masa sebelumnya. Dalam perekonomian global yang
memungkinkan pergerakan barang dan jasa secara bebas diantara berbagai negara,
perusahaan-perusahaan terus ditantang untuk semakin kompetitif. Banyak dari
perusahaan yang telah meningkatkan tingkat kompetisinya ini menawarkan produk
kepada konsumen dengan nilai yang lebih tinggi, dan hal ini sering menghasilkan
laba diatas rata-rata. Manajemen strategis adalah serangkaian keputusan dan
tindakan manajerial yang menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.
Contoh
manfaat manajemen strategis berikut ini :
1. Memungkinkan untuk
identifikasi, penentuan prioritas, dan eksploitasi peluang.
2. Memberikan pandangan
objektif atas masalah manajemen.
3. Merepresentasikan
kerangka kerja untuk aktivitas kontrol dan koordinasi yang lebih baik.
4. Meminimalkan efek
dari kondisi dan perubahan yang jelek.
5. Memungkinkan agar
keputusan besar dapat mendukung dengan lebih baik tujuan yang telah ditetapkan.
6. Memungkinkan alokasi
waktu dan sumber daya yang lebih efektif untuk peluang yang telah
terindentifikasi.
7. Memungkinkan alokasi
sumber daya dan waktu yang lebih sedikit untuk mengoreksi keputusan yang salah
atau tidak terencana.
8. Menciptakan kerangka
kerja untuk komunikasi internal diantara staf.
9. Membantu mengintegrasikan
perilaku individu kedalam usaha bersama.
10. Memberikan dasar
untuk mengklarifikasi tanggungjawab individu.
11. Mendorong pemikiran
ke masa depan.
12. Menyediakan
pendekatan kooperatif, terintegrasi, dan antusias untuk menghadapi masalah dan
peluang.
13. Mendorong terciptanya
sikap positif akan perubahan.
14. Memberikan tingkat
kedisiplinan dan fomralitas kepada manajemen suatu bisnis.
Konsep Manajemen
Strategik
1. Berorientasi masa
depan
2. Berhubungan dengan
unit bisnis yang kompleks
3. Kebutuhan dan
kejelasan tugas sangat tinggi seiring perubahan yang terjadi
4. Batas-batas tugas
tidak jelas
5. Proses yang
dijalankan tidak terpisah dari aktivitas manajerial lainnya
6. Ada target waktu yang
jelas
7. Memerlukan perhatian
manajemen puncak
Posted on January 10, 2013
Posted on January 10, 2013
Posted on November 8, 2012
Purchase
Order
Ancaman : 1. Pesanan pelanggan yang tidak lengkap / tidak akurat.
2. Penjualan secara kredit kepelanggan yang memiliki catatan kredit buruk.
3. Legitimasi pesanan.
4. Habisnya persediaan, biaya penggudangan & pengurangan harga.
Pengendaliannya: 1. Pemeriksaan edit entri data
2. Persetujuan kredit oleh manajemen bagian kredit, bukan oleh fungsi penjualan.
( Catatan yang akurat atas saldo rekening pelangan )
3. Tanda tangan diatas document kertas, tanda tangan digital & sertifikat digital untuk E-business.
4. Sistem pengendalian persediaan
Ancaman : 1. Pesanan pelanggan yang tidak lengkap / tidak akurat.
2. Penjualan secara kredit kepelanggan yang memiliki catatan kredit buruk.
3. Legitimasi pesanan.
4. Habisnya persediaan, biaya penggudangan & pengurangan harga.
Pengendaliannya: 1. Pemeriksaan edit entri data
2. Persetujuan kredit oleh manajemen bagian kredit, bukan oleh fungsi penjualan.
( Catatan yang akurat atas saldo rekening pelangan )
3. Tanda tangan diatas document kertas, tanda tangan digital & sertifikat digital untuk E-business.
4. Sistem pengendalian persediaan
Langganan:
Postingan (Atom)

